Unsyiah Tuan Rumah FORPIMPAS 2014

image_pdfimage_print

_MG_5289Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) ditunjuk menjadi tuan rumah pertemuan Forum Pimpinan Pascasarjana (FORPIMPAS) Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia tahun 2014. Pertemuan yang akan dihadiri oleh para pimpinan program pascasarjana seluruh Indonesia ini akan berlangsung pada tanggal 10 dan 11 Juni 2014. Penunjukan Unsyiah sebagai tuan rumah telah disepakati dalam pertemuan FORPIMPAS sebelumnya yang berlangsung di Solo, 26 Juni 2013 lalu.

Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada para pimpinan pascasarjana di seluruh Indonesia dalam mendiskusikan perkembangan dan pengembangan program pascasarjana di masa mendatang. Program Pascasarjana Unsyiah yang sudah berdiri sejak tahun 2002 ini, sekarang telah memiliki 6 Program Studi Doktor (S3), serta 27 Program Studi Magister (S2).

Unsyiah telah membentuk panitia kusus untuk mensukseskan acara ini. Salah satu even besar yang menyertai pertemuan tersebut adalah Konferensi Internasional tentang kebencanaan yang bertema “The Role of Higher Education in Mainstreaming Disaster Mitigation Research towards Sustainable Development”. Salah satu pembicara yang rencananya akan dihadirkan dalam konferensi ini adalah Menteri Riset dan Teknologi, Prof. Dr. Ir. H. Gusti Muhammas Hatta, MS. Sementara itu, dari luar negeri akan hadir sebagai pembicara tamu, Prof. Dr. Yasuo Tanaka, dari Malaysia, dan Prof. Dr. Ing. Joern Birkmann, dari Jerman.

Konferensi ini bertujuan untuk melakukan sharing ilmu pengetahuan serta hasil penelitian dari berbagai kelompok, baik civitas akademika, pemerintah, kalangan industri, serta masyarakat umum terkait pembangunan dan pengembangan berkelanjutan di berbagai bidang, terutama bidang-bidang yang terhubung langsung dengan kebencanaan. Konferensi yang digelar pada tanggal 10 Juni 2014 ini juga dimaksudkan untuk memperingati 10 tahun peristiwa Tsunami di Aceh.

Sejak bencana Tsunami 10 tahun lalu, Aceh menjadi salah satu pusat perhatian dunia, terutama untuk berbagai penelitian yang terhubung dengan kebencanaan, kususnya Tsunami. Unsyiah sebagai salah satu institusi riset terbesar di Aceh telah membangun satu unit kerja kusus yang berbasis riset kebencanaan, yaitu TDMRC (Tsunami and Disaster Mitigation Research Center). Pusat riset yang didirikan pada 30 Oktober 2006 ini bertujuan meningkatkan sumber daya riset kebencanaan, memberikan advokasi kepada pemerintah dalam membuat kebijakan, mengumpulkan dan menyediakan data terbaik yang berkaitan dengan dampak bencana, serta berkontribusi untuk meningkatkan kapasitas masyaraat untuk tahan bencana. (I’M)

Posted in Forpimpas 2014.