Sukseskan Seminar Nasional Pameran Teknologi Pertanian Dan Kongres Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia

Saat ini, Pangan dan Energi merupakan kunci penting dalam pengembangan suatu daerah atau Negara. “Mewujudkan Ketahanan Pangan Dan Energi Melalui Modernisasi Pertanian Dan Pemanfaataan Energi Terbarukan Secara Berkelanjutan” adalah tema yang diusung pada kegiatan ini. Ketahanan pangan mengandung makna kecukupan pangan di daerah tertentu dalam kondisi apapun. Kemandirian pangan mengandung makna swasembada artinya daerah tersebut mampu menyiapkan semua kebutuhan pangannya tanpa harus bergantung kepada daerah lain. Setelah terpenuhi kemandirian dan ketahanan pangan barulah tercapai kedaulatan pangan. Kedaulatan pangan merupakan cita-cita akhir yang ingin diraih.

Propinsi Aceh, dan Indonesia umumnya merupakan daerah subur dengan sumber daya alam berupa hayati dan nabati yang sangat banyak tersedia, sehingga harapan untuk mencapai ketahanan pangan, kemandirian pangan dan kedaulatan pangan bukanlah suatu hal yang tidak mustahil untuk dicapai. Untuk mencapai ketahanan pangan, kemandirian pangan dan kedaulatan pangan banyak hal yang harus saling melengkapi. Salah satunya adalah energi. Saat ini energi yang masih banyak tersedia di Indonesia adalah energi terbarukan, karena sejak tahun 2010 an Indonesia sudah menjadi net importer bahan bakar minyak (BBM), sehingga kehadiran energi terbarukan, seperti biomassa, matahari, biodiesel, dan lain-lain merupakan sumber energi terbarukan yang dengan cepat dapat dikonversi kepada bentuk energi yang dibutuhkan untuk pertanian, seperti energi listrik, bahan bakar cair, steam/panas, dan lain-lain.

Untuk mewujudkan ketahanan pangan dan energi diperlukan modernisasi pertanian dan optimalisasi pemanfaatan energi terbarukan. Ketahanan pangan dan energi secara nasional akan terwujud, jika masing-masing daerah secara simultan ikut mendukung program tersebut dengan mengaplikasikan hal yang sama didaerahnya. Sehingga dalam kegiatan ini juga akan diadakan pameran teknologi pertanian yang diharapkan akan menjadi ajang bertukar informasi teknologi kepada para peserta yang hadir dari petani, praktisi, akademisi dan pengambil kebijakan (pemerintah).

Oleh karena ini kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani dari berbagai pihak yang meliputi A – B – G (Academic, Businessman, Government) untuk saling bersinergi demi terwujudnya ketahanan pangan dan energi secara nasional dan daerah, khususnya di Propinsi Aceh

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya