SEMINAR NASIONAL DAN RAPAT KERJA FORUM PIMPINAN PASCA SARJANA (FORPIMPAS)
BADAN KERJASAMA PERGURUAN TINGGI NEGERI WILAYAH BARAT

BANDA ACEH-INDONESIA, 12-14 APRIL 2017

Forum Pimpinan Pascasarjana (FORPIMPAS) adalah sebuah wadah pertemuan bagi para pimpinan pascasarjana se-Indonesia. Forum ini digelar untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan strategi pengembangan pascasarjana PTN seluruh Indonesia, seperti penyusunan naskah akademik untuk aliansi internasional dan pengembangan program aliansi strategi. Selain itu, mendiskusikan pengembangan keunggulan lokal melalui kolaborasi, aliansi nasional maupun internasional dan tukar menukar informasi tentang praktek cerdas (smart proactive) pengelolaan pascasarjana.

Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh menjadi tuan rumah penyelenggaraan FORPIMPAS Wilayah Barat tahun 2017 yang dikemas dalam kegiatan Rapat Kerja dan Seminar Nasional. Kegiatan ini akan berlangsung di Hermes Hotel, Banda Aceh, 12-14 April 2017 dengan mengambil tema “Penguatan Tata Kelola dan Sinergisitas Pascasarjana untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Penelitian”. Tema tersebut akan mengantar arahan pencapaian lebih lanjut dari eksistensi Program/Sekolah Pascasarjana sekaligus memberikan ruang diskusi intensif dan kanal komunikasi antara Pengelola Program/Sekolah Pascasarjana dengan KemeristekDikti sebagai naungan. Tema ini juga dapat memenuhi harapan para penyelenggara program pascasarjana demi terselenggaranya program pascasarjana yang berdayasaing dan memenuhi standar, dan mempercepat proses pencapaian mutu pendidikan dan mutu penelitian yang layak publikasi.

Berkenaan dengan hal tersebut, dengan segala hormat, Pimpinan Universitas Syiah Kuala mengundang Pimpinan Pascasarjana Se-Indonesia untuk hadir dalam acara ini. Bentuk acara adalah sebagai :

  • Rapat Kerja FORPIMPAS BKS-PTN Wilayah Barat
  • The 2nd Syiah Kuala University Graduate Program National Seminar on Social and Applied Science
  • Spouse Program (Tsunami City Tour & Kilometer Nol Indonesia Tour)

❀ Penguatan Tata Kelola Dan Sinergitas Pascasarjana
Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Dan Penelitian ❀

flourish-31609_960_720

(Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti)

Prof. dr. Ali Ghufron, M.Sc., Ph.D
(Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti)

(Universiti Teknologi Malaysia)

Prof. Hamdan Said
(Universiti Teknologi Malaysia)

Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

Prof. Dr. Syamsul Rizal
(Universitas Syiah Kuala)

Universitas Sriwijaya Palembang

Prof. Dr. Hj. Hilda Zulkifli, M.Si., DEA
(Universitas Sriwijaya Palembang)

Rapat Kerja akan membahas penguatan tata kelola dan sinergisitas pascasarjana untuk meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian, serta isu lainnya yang terkait dengan pengelolaan dan kerjasama Pascasarjana yang akan dihadiri oleh pimpinan Pascasarjana BKS-PTN Wilayah Barat dan Pimpinan Pascasarjana se Indonesia yang ikut hadir. Kegiatan raker ini akan dilaksanakan pada tanggal 13 April 2017

Bersamaan dengan pertemuan FORPIMPAS ini, akan digelar kegiatan seminar nasional, sebagai ajang temu dan pertukaran informasi ilmiah serta call for poster di antara warga pascasarjana PTN seluruh Indonesia, yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 April 2017. Artikel yang dipresentasikan dalam seminar akan diterbitkan dalam Proceeding ber-ISSN.

Important Dates

Batas pengiriman artikel:
20 Maret 2017

Pemberitahuan artikel yang diterima:
25 Maret 2017

Registrasi:
26-31 Maret 2017

Presentasi Poster :

13 April 2017

Alamat pengiriman
ppsunsyiah@unsyiah.ac.id

Contact Person:
Mulia : +62-852-7644-3442

Guest Speaker

Prof. Dr. Hamdan Said
(Universiti Teknologi Malaysia)

Prof. dr. Ali Ghufron, M.Sc., Ph.D
(Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti)

Prof. Dr. Syamsul Rizal
(Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala)

Prof. Dr. Hj. Hilda Zulkifli, M.Si., DEA
(Universitas Sriwijaya Palembang)

Peserta Raker dan Seminar Nasional dapat juga menikmati daerah wisata Aceh dan Kuliner Aceh yang akan dikemas dalam bentuk Tsunami City Tour dan Kilometer Nol Indonesia

Kilometer Nol, Pulau Weh, Sabang

  1. Tugu 0 KM
    Walau pemandangannya tidak terlalu spektakuler seperti spot lainnya, tugu nol kilometer memiliki nilai sejarah. Dari segi kepuasan pribadi, rasanya bangga jika sudah bisa sampai di titik nol kilmeter negeri ini. Selembar sertifikat yang menerangkan bahwa kita sudah sampai di ujung barat Indonesia juga bisa didapatkan di lokasi ini. Sertifikat itu dikeluarkan oleh dinas pariwisata kota Sabang. Jika ingin ke tugu nol kilometer di pulau Weh sebaiknya datang menjelang waktunya matahari terbenam karena sunset di tugu nol kilometer Sabang termasuk yang tercantik di tanah air.
  2. Pantai Iboih
    Pantai Iboih adalah spot paling menarik karena fasilitas pariwisata di area ini lengkap sekali. Di kawasan ini terdapat sejumlah penginapan mulai dari kelas backpacker sampai yang mewah. Rental motor, mobil dan alat-alat snorkeling juga ada. Tak ketinggalan juga warung makan yang menyajikan beragam jenis masakan setempat, serta keberadaan Rubiah dive center semakin membuat tempat ini wajib dikunjungi di pulau Weh. Satu hari di pantai Iboih tidaklah cukup. Iboih juga dikenal dengan pantainya yang luar biasa indah dan Aar lautnya yang jernih seolah membuat perahu-perahu yang sedang bersandar di pelabuhan melayang.
  3. Pulau Rubiah
    Pulau Rubiah letaknya di seberang Iboih. Kita bisa menyewa perahu dari Iboih untuk menyeberang ke pulau Rubiah. Lama penyeberangannya sekitar 15 menit. Jika ingin menguji seberapa besar tingkat adrenalin kita, Anda dapat mencoba untuk berenanglah (seperti Sutiknyo). Namun ini tidak dianjurkan dan tidak dilarang. Pulau Rubiha memang sangat menawan. Pantainya indah berpadu dengan langit biru dan air yang teramat jernih. Jangan samapi melewatkan kesempatan untuk menikmati surga bawah lautnya.

Tsunami City Tour

  1. Mesjid Raya Baiturrahman
    Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid Kesultanan Aceh yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam pada tahun 1022 H/1612 M.
  2. Museum Tsunami Aceh
    Museum Tsunami Aceh adalah sebuah museum di Banda Aceh yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 sekaligus pusat pendidikan dan tempat perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi.
  3. PLTD Apung
    PLTD Apung 1 adalah kapal generator listrik milik PLN di Banda Aceh, Indonesia, yang saat ini dijadikan tempat wisata, yang dikenal dengan nama “Kapal Apung”. Kapal ini memiliki luas sekitar 1.900 Kilo Meter Persegi, dengan panjang mencapai 63 Meter. Kapal berbobot 2.600 ton ini sebelumnya berada di laut tepanya dipelabuhan penyeberangan Ulee Lheuh, tempat berdirinya sekarang (Punge Blang Cut, Jaya Baru, Kota Banda Aceh). Pada Minggu 26 Desember 2004 sekitar pukul 8:45 WIB kapal ini terseret 2,4 km ke daratan akibat gempa bumi dan gelombang tsunami setinggi 9 meter.
  4. Kapal di Atas Rumah
    Kapal di Atas Rumah merupakan Sebuah kapal yang terbawa Gelombang Tsunami dan terdampar di perumahan penduduk di kawasan Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam. Kapal Lampulo adalah kapal nelayan yang sering digunakan oleh masyarakat Lampulo di Banda Aceh untuk melaut. Tetapi sebuah tragedi besar di Aceh pada tahun 2004 silam, membuat kapal ini jadi memiliki keunikkan tersendiri yang kini menjadi salah satu objek wisata bersejarah di Banda Aceh. Monumen ini tercipta karena bencana alam tsnami pada bulan Desember tahun 2004, yang terletak di Kampung Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Pada Kota Banda Aceh. Kapal ini hanya salah satu dari dari kapal-kapal yang terdampar sampai kedaratan pada saat terjadi bencana alam Tsunami beberapa waktu lalu. Sampai saat ini keberadaan kapal ini tetap dipertahankan sebagai obyek wisata untuk mengenang akan peristiwa Tsunami tersebut, dan dijadikan salah satu situs untuk Peringatan Tsunami.
  5. Pantai Ulee Lheu
    Ditingkap awan yang berarak dan ombak yang menjilat-jilat pantai, seakan berlomba mengantar matahari tenggelam dalam pelukan malam. Keindahan persembahan dari alam yang memukau mata dan membuat mulut berdecak. Pantai Ulee Lheu merupakan salah satu spot tepat untuk menikmati sunset. Pantai ini terletak di Desa Ulee Lheu Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Pelabuhan yang mengambil nama yang sama dengan nama pantai tersebut menempel persis di sisinya. Pelabuhan Ulee Lheu cukup kesohor karena merupakan gerbang masuk menuju ke Sabang.
  6. Pantai Lampuuk
    Menikmati terik matahari di pantai berpasir putih, berselancar di ombak laut yang biru, dan menunggu keanggunan matahari terbenam tidak hanya bisa dinikmati di Bali. Aceh punya Pantai Lampuuk yang memiliki semua kelebihan itu. Pantai yang berada di wilayah Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, ini menghadap ke Samudra Hindia.
    Lokasi Pantai Lampuuk persisnya di wilayah barat Aceh, sekitar 15 kilometer dari Banda Aceh. Kondisi jalan menuju ke tempat itu cukup bagus sehingga memudahkan wisatawan. Belum ada angkutan umum ke sana sehingga wisatawan harus menggunakan kendaraan pribadi.
    Pantai Lampuuk memiliki garis pantai sepanjang sekitar 5 kilometer. Pantai ini berpasir putih bersih nan lembut, air laut berwarna biru kehijauan, dan ombak yang bersahabat untuk para peselancar. Ke arah daratan terdapat pepohonan pinus yang rimbun dan lebih jauh lagi terlihat deretan pegunungan yang hijau.

Daftar Hotel

No Nama Hotel Room Type Tarif
1 Hermes Palace Hotel****

Alamat : Jalan T. Panglima Nyak Makam, Lambhuk, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Aceh 23127

No. Telp  :  (0651) 7555888

Deluxe Rp.     899.128-,
Grand Deluxe Rp.  1.065.680-,
Junior Suite Rp.  1.373.680-,
Executive Suite Rp.  1.827.538-,
2 Hotel Mekkah***

Alamat: Jalan T. Daud Beureu’eh Lampriet, Bandar Baru, Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh 23126

No. Telp  :  (0651) 33275

Standard Rp.     300.000-,
Deluxe Rp.     400.000-,
Family Rp.     600.000-,
Suite Rp.  1.200.000-,
Executive Rp.  1.500.000-,
3 Hotel Kuala Radja**

Alamat: Jalan Teuku Daud Beureu’eh, No. 187, Kelurahan  Lampriet, Kecamatan Kuta Alang, Bandar Baru, Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh 23241

No. Telp   :   (0651) 29687

Superior B Rp.  360.000-,
Superior A Rp.  440.000-,
Executive Rp.  520.000-,
Suite Rp.  600.000-,
4 Hotel Kumala**

Alamat: Jl. Prof. Ali Hasyimi No. 9-10, Lamteh, Ulee Kareng, Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Aceh 23118

No. Telp  :  (0651) 35855

Standard Rp.  298.000-,
Superior Rp.  385.000-,
Super Deluxe Rp.  445.000-,
Executive Rp.  495.000-,
Extra Bed Rp.  120.000-,
5 Hotel Oasis Atjeh***

Alamat: Jalan Tengku Imuem Lueng Bata 115, Banda Aceh, 23247

No. Telp  :  (0651) 636999

Deluxe Rp.     530.000-,
Executive Suite Rp. 1.060.000-,
6 Hotel Grand Nanggroe***

Alamat :  Jl. Panglima Nyak Makam, Cot Mesjid, Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Aceh 23123

No. Telp  :  (0651) 35779

Deluxe Rp.     600.000-,
Grand Deluxe Rp.     800.000-,
Deluxe Triple Rp.     850.000-,
Executive Suite Rp.  1.500.000-,

Susunan Acara

12 April 2017 Registrasi
13.00 – Selesai Check in Hotel
20.00 – 22.00 Welcome Dinner (Rumah Rektor Unsyiah)
13 April 2017 Seminar Nasional dan Rapat Kerja
08.00 – 08.30 Registrasi Peserta, Administrasi dan pembagian kits
08.30 – 09.00 Pembukaan (Opening Ceremony) Rektor Unsyiah
09.00 – 12.00 Pembicara Utama (Guest speaker), Parallel Poster Session, dan Spouse Program
  1.       Prof. dr. Ali Ghufron, M.Sc., Ph.D (Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti)

2.       Prof. Dr. Hamdan Said (Universiti Teknologi Malaysia)

3.       Prof. Dr. Syamsul Rizal (Program Pascasarjana Unsyiah)

4.       Prof. Dr. Hilda Zulkifli, M.Si, DEA (Universitas Sriwijaya)

12.00 – 14.00 ISOMA
14.00 – 15.30 Rapat Kerja FORPIMPAS
15.30 – 18.00 Tsunami & Banda Aceh City Tour
19.00 – 22.00 Penutupan dan Malam Kesenian
14 April 2017 Wisata Pulau Weh, Sabang
08.00 – 09.00 Pelabuhan penyeberangan Ulee Lheu
09.00 – 16.00 Kilometer Nol, Iboih, dan Pulau Weh, Sabang City Tour
16.00 – 17.00 Pelabuhan penyeberangan Balohan, Sabang
17.00 – 18.00 Kembali ke Banda Aceh
15 April 2017 Pulang ke Daerah masing-masing
08.00 – 17.00 Kembali ke daerah masing-masing