Profil Magister

Profil Magister

Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (Prodi MPBSI PPs Unsyiah) didirikan pada tanggal 9 Juli 2003 berdasarkan SK Dirjen Dikti Depdiknas Nomor 1436/D/T/2003. Saat itu izin diberikan untuk Program Studi Pendidikan Bahasa (PB) yang terdiri atas dua konsentrasi, yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Pendidikan Bahasa Inggris. Pada tahun 2007, Prodi MPB ini dipisah menjadi dua program studi yang berdiri sendiri, yaitu  Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBEN) dan Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBSI). Beban SKS untuk menyelesaikan studi pada Prodi MPBSI berkisar antara 44-45 SKS, termasuk penelitian dan tesis. Lulusan program studi ini bergelar akademik Magister Pendidikan disingkat dengan M.Pd.

Sejak manajemen terpisah, Prodi MPBSI terus berbenah diri. Salah satu hal yang dilakukan adalah menguasahakan sarana dan prasarana, misalnya ruang kantor dan ruang belajar.  Sarana kantor diperoleh di gedung utama PPs Unsyiah dan ruang belajar diizinkan menggunakan Ruang 7 dan satu ruang di gedung utama. Prasarana lainnya secara bertahap terus diadakan dengan menggunakan dana yang ada. Kondisi terakhir MPBSI sangat menggembirakan. Hal ini dilihat dari segi kelengkapan sarana dan prasarana maupun dana operasional. Kelengkapan sarana pembelajaran seperti meja dan kursi dosen, kursi belajar mahasiswa, papan tulis, dan infocus di kelas telah tersedia. Ketika akan mengajar, dosen hanya menghubungkan komputernya ke infocus. Tentang dana operasional dapat dikatakan juga tidak ada masalah, hanya saja sedikit terkendala dalam hal pencairannya. Secara umum dapat disimpulkan bahwa proses belajar-mengajar  (PBM) pada Prodi MPBSI berjalan lancar.

Visi

Visi Prodi MPBSI PPs Unsyiah adalah mencetak magister pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang kreatif, inovatif, responsif, dan apresiatif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi serta publikasi ilmiah berbasis ilmu, moral, dan etika dalam bidang pendidikan  bahasa dan sastra Indonesia.

Misi

Misi Prodi MPBSI PPs Unsyiah adalah sebagai berikut

  1. menghasilkan magister pendidikan yang memiliki kompetensi yang memadai di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia
  2. menghasilkan produk penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkualitas di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia
  3. menjalin kerja sama dengan berbagai elemen terkait untuk mendukung peningkatan kompetensi lulusan dan ketersediaan sumber daya yang unggul.
Tujuan

Tujuan Prodi MPBSI PPs Unsyiah adalah sebagai berikut:

  1. menghasilkan lulusan yang berkualitas dalam penguasaan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. menjadikan Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai pusat penelitian dan menghasilkan karya ilmiah yang layak dipublikasikan
  3. menjadikan Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang peduli dan aktif dalam menyelesaikan permasalahan sosial.
Kompetensi Program Studi

Kompetensi prodi dirumuskan dengan tujuan Prodi MPBSI PPs Unsyiah, pimpinan dan seluruh staf harus memiliki komitmen yang tinggi dan strategi yang baik untuk mencapai sasaran. Komitmen dan strategi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Kemampuan memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang berkualitas, khususnya untuk pihak sekolah atau perguruan tinggi;
  2. Kemampuan mengondisikan minat meneliti di kalangan staf pengajar dan mahasiswa dan memublikasikan hasil penelitian melalui jurnal ilmiah, baik jurnal ilmiah nasional maupun jurnal ilmiah internasional;
  3. Kemampuan menyelenggarakan proses pendidikan dan pengajaran dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar tenaga kerja;
  4. Kemampuan menyediakan sarana penunjang pendidikan yang memadai, baik untuk kebutuhan proses belajar mengajar maupun penelitian;
  5. Kemampuan membentuk peergroup penelitian untuk menghasilkan produk penelitian yang dapat menunjang percepatan pembinaan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia;
  6. Kemampuan memperbarui kualifikasi tenaga pengajar;
  7. tersedianya sejumlah dana pendamping atau beasiswa yang dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa;
  8. Kemampuan menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan pemerintah dan praktisi pendidikan dalam rangka memajukan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.